Jumat, 13 September 2013

Haruskah aku menunggumu ?

Dalam sunyi tak henti hadirmu mengisi pikiran kosongku.

Aku memikirkanmu. Apakah kamu juga memikirkanku ? Aku merindukanmu. Apakah kamu juga merindukanku ? Aku sungguh ingin memilikimu seutuhnya. Apakah kamu juga ingin memilikiku seutuhnya ? Apa kita semua yang kita rasa sama ? Yah, setidaknya hal ini selalu bergemuruh dihatiku.

Oh Tuhan. Begitu sulitkah untukmu mempertemukan langsung aku dan sosok yang akan menjadi pendampingku seutuhnya ? Agar aku tak perlu tersesat dihati yang lain Tuhan. Agar aku bisa hanya memberi hatiku ke sosok itu saja. Agar aku tak perlu sakit menunggu sosok yang belum tentu akan menjadi ayah dari anak-anakku kelak.

Beri aku kejelasan !
Aku lelah terbang tanpa arah. Aku lelah berjalan ke semua arah. Aku lelah menunggumu. Aku terlalu lelah untuk berlari dari semua ini. Ah kurasa aku benar-benar tak mampu hidup dalam hubungan tanpa status ini sayang. Maaf.
Namun, apadaya aku sungguh tak mampu meninggalkan sosok indahmu, sosok hangatmu, sosok lugumu yang begitu ku istimewakan.

Sampai kapan kita seperti ini ? Kau bilang rasa kita sama. Lantas ? Kenapa hanya itu yg kau bilang ? Kau hanya perlu mengucapkan kata 'Kau mau jadi pacarku ? Udah itu aja, aku pasti jawab iya kok ! 
Aku terlalu naif untuk tersenyum saat kau bilang tidak mengingkan status. Tidakkah kau takut jika aku dimiliki orang lain ? jika mau, aku bisa dengan mudahnya menerima hati yang lain sayang. Tapi apadaya meninggalkanmu adalah hal tersulit bagiku. 

Akan kuikuti semua arah yang kau pilih sayang. Namun jika aku terlalu lelah untuk trus melangkah bersamamu, akankah kau mau membimbingku hingga jalan kita slalu sama ? slalu kearah yang sama ? Ku mohon jangan pernah berubah, jangan pernah pergi dari sisiku. Aku mencintaimu, sungguh.

Apakah semua ini pernah dibenakmu ?

Hai, sosok yang tlah memiliki segenap rasa dihatiku.

Semua berjalan dengan begitu cepat. Hobi yang sama tlah menyatukan kita, apakah ini cara Tuhan menyatukan kita syg ?
Seperti layaknya awan yang begitu halusnya mengikuti arah angin yang tak ia ketahui akan kemana. ya begitula pikiran yang slalu menjadi tuan dihariku. Meski belum sepenuhnya aku mengenalmu, tapi kamu tlah berhasil memiliki semua taman bunga yang tlh kurawat begitu jelih dihatiku.

Oh, aku menyukaimu ! sampai kapan kita seperti ini ? sampai kapan kita terperangkap dalam hubungan tanpa status ? apasalahnya kita mencoba hubungan yg lebih indah ? apa salahnya kkita mencoba hubungan yang takkan membawa kita terjerumus kehati yg lain ? Apa yang perlu kita takutkan sayang ?
Rasa kita sama ! aku dan kamu tlah menyadari ini satu sama lain. Lantas ? Mengapa kita masih takut untuk saling memliki ? Apakah kita lagi-lagi sama ? Sama-sama pernah jatuh dimasalalu ?

"Aku pengen fokus kuliah, aku gak mau kita pisah. kamu tahu kan apa gimana itu pacaran ? Jadian, seneng-seneng, brantem, saling caci, trs putus ~ Apa itu yang kamu mau ? kita pisah ? Apa tak cukup hubungan yang seperti ini ? Sadarla, meski begini kita bahagia bukan ? Aku mencintaimu, begitupun kamu. Haruskah kita sama seperti yg lain ? Memperebutkan status ? Mempublikasih status ? Trus PUTUS ? Bukan itu yang aku inginkan sayang. Aku cuma ingin kita slalu bersama, slalu memberi kabar, memberi perhatian, memgingatkan satu sama lain, seperti sekarang."

Yah begitulah yang kau ucapkan :')
Kau tahu ? aku wanita. Tidakkah kau mengerti ? aku butuh status. Aku butuh seorang kekasih, agar aku tak diusik oleh lelaki lain yang tak kusuka. Sampai kapan aku menunggumu ? Sampai ada penyesalan diantara kita ? Sampai aku atau kamu dimiliki oleh orang lain ? Aku membutuhkan status sayang ................
Kau benar, pacaran akhirnya akan membawa kita pada perpisahan. Tapi tidakkah kau tahu ? jika kita merawat hubungan dengan baik maka kita akan slalu bersama, tanpa ada kata putus terucap.

Apa yang harus kulakukan Tuhan ?
aku terlalu rapuh untuk mempertahankan hubungan ini. Aku terlalu lelah untuk pergi jauh meninggalkan hubungan ini. Aku terlalu polos untuk berpura-pura bahagia jika melihatnya dengan yang lain. Dan aku terlalu sakit untuk melupakan semua keindahan yang ia berikan.